Tag: sahabat

Sahabat

“Hai, wanita single berkerudung merah.. Godain kita dong. Jangan menye-menye lagi yah…”

Sinmau said.

…….

Sahabat, adalah dia yang tak hanya ingin bersenang-senang denganku, namun juga ketika melihat wajah jelekku bengkak semalaman menangis. Mensupport apapun pilihanku, mendampingiku disaat titik tergelapku.

Sahabat adalah yang menarik kuat aku dari jurang gelap, melalui doa-doa mereka. Menyelamatkan aku.

She’s Sweet Devil. Angel berkostum Devil.

She’s Cibu. Super Woman.

He’s Mbah Sangkil. Teman baik paling #saru.

She’s Jengluv.  Smart Woman.

They are Ajiban, bubun, apurie, Ethie, Presty, Putri, Irna. The Jampi Stres.

……

Mereka yang aku sebut “what a friend are for”…

Tentang Pembohong

Depok, 8 November 2011

Diluar hujan, celotehan anak-anak operator bordir masih sehangat pagi tadi. Masih riuh menggoda salah satunya yang agak kebanci-bancian.  Bukan banci sebenarnya, tapi dia yang selalu menjadi bahan ledekan teman-temannya. Dia yang biasanya selalu aku mintain tolong beli gorengan di depan Sd negeri sana. Anaknya jujur,  itu yang aku puji dari sosoknya. Meskipun pendidikannya cuma tamatan SD, tapi dia lebih jujur dari beberapa orang yang mengaku kuliah hingga S2.

Lalu siapa yang belum pernah berbohong? aku pernah, sering.  Jangan tertawa, atau kamu merasa dibohongi.  Aku bohong kalo aku ga pernah bohong.  Yang sekarang ada adalah saya berusaha lebih jujur aja. :)

Kemarin, aku sempet menemukan seorang pembohong kelas teri. Bahkan bukan cuma dia, tipe seperti dia beberapa aku temui. Pembohong satu ini tipikal pembohong yang berbohong untuk  menutupi ketidakmampuannya. Misal, dia pamer harta melimpah, kesuksesannya, hasil kerja kerasnya, relasi-relasi hebatnya. Dia mencari pencitraan dimana saja, berusaha meyakinkan semua orang yg ditemui bahwa dia sukses, dia memiliki segalanya.  Tapi dia lebih bodoh dari seekor keledai. Ga ngerti untuk apa dia membuat pencitraan sedemikian rupa di depan aku. Mengambil simpatiku? atau ada modus…?

“bre,  tar tolong bikinin aku web ya, tar aku kasih data2nya, bikin profil company perusahan2ku..”

Stupid, bego, atau tolol orang ini. Dia mencitrakan bahwa dia punya perusahaan multinasional, dengan proyek-proyek besar. Tapi ga punya Web sendiri, ga mampu bayar Web Develop sendiri. Malah nyuruh aku, nyari gratisan? secara aku aja ga jago.  Atau dia ingin membuat penguatan pencitraan untuk orang banyak bahwa dia punya perusahaan besar yang ternyata ga lebih hanya sebuah ruko 2 lantai. (itupun sewa per 2thn).

Aku malah kasian dengan hidupnya, tipu sana-sini, ngomong sana-sini. Isinya ga lebih dari tong kosong. Wujud dari omongan dia sama sekali ga terbukti. Parah, mati hati manusia seperti ini. Jadi mending jauhin dan blacklist manusia semacam ini. Setuju??

Hari ini,

Aku tau dia bukan pembohong. Dia hanya sedikit berbohong. Dan apapun alasannya, itu “white Lie”.  Kebohongannya hanya untuk kebaikan. Aku masih percaya dia melakukan itu bukan karena dia pengen bikin pencitraan atau emang suka ngebohong.  Semua karena dia punya alasan. Dan aku punya batasan sampai sejauh mana aku berhak tau. Karena yang dia katakan ga lagi menyangkut kehidupan dia sendiri.

Meskipun sebenarnya aku masih lebih percaya kata-kata dia “kapan sih bre gw bisa bohong sama lo?” at least kenapa dia menutupi semuanya itu aku paham.  Aku pasti akan tanya macam-macam soal itu. dan.. ya sudahlah.

Jadi bingung mana yang bener,  dia real atau fake. Bagiku, yang terpenting dia baik-baik saja dan dia bisa bahagia. Dan semoga, nanti aku bisa bertemu kalian berdua dengan 2 wujud manusia berbeda, di pernikahannya.  April 2012.

Hujan berhenti waktunya pulang… Semoga November yang sejuk ini berhenti meranggas. :)

Resah

Baiklah, akan aku ceritakan keresahan ini. Suatu hari di ujung malam, tiba-tiba semuanya padam. Lalu menjadi mimpi buruk, dan pagi harinya aku terbangun dengan keringat dingin.
Ternyata pagi ini aku panen kekhawatiran, otak masih penuh tanda tanya besar “bagaimana mungkin”. Itu tadinya cuma sekedar cerita yang aku tulis untukmu dulu. Lalu publish dan menjadi nyata.  Pertanyaan2 yang dulu kita gulirkan mendadak punya jawaban semua.
Lalu berceritalah kamu, tentang ini, itu, begini, lalu begitu dan inilah. Madep mantep maju. Ambil semua resiko di depan. Bismillah, dan hadapi.
Ini bukan pengorbanan bre, ini win win solution.

Resah ini, ga akan bisa kamu jawab hanya dengan meyakinkan aku. Kamu tau aku tau kamu. Kamu tau aku paling ga bisa kalo ujung-ujungnya kamu nyakitin hatimu sendiri. Kemarin kamu bilang mau jadi diri kamu sendiri, dan kalo ini malah jadi bikin kamu semakin jadi bukan kamu.

Ah, sahabat macam apa aku? Sama sekali ga ada gunanya.

Janji sama aku ya sayang, kamu ga akan nyakitin hatimu. Kamu akan bahagia. Kamu Harus janji, kamu harus janji sama aku. KAMU HARUS BAHAGIA.

Kamu harus bahagia. Kamu harus bahagia. Kamu harus bahagia.