Tag: pembohong

Pecundang Cinta

Entah apa yang menghasut kepalaku, sehingga aku bisa bertahan mencintaimu. Kamu sama sekali tak layak untuk itu.

…..

Somebody That I Used To Know – Gotye Feat Kimbra

Powered by http://freesongpk.in/

Menghangat perasaan ini, kehadiranmu seperti cerita baru yang terlalu pagi untuk di ceritakan. Tapi apa mau dikata, kamu muncul seperti tawaran untuk menyembuhkan ku.

Energiku sudah habis, aku baru saja berdamai dengan badai. Aku pulang dengan carut marut luka di sekujur tubuhku. Kepala, hati, tubuh semuanya habis dibantai oleh setan pedopil. Airmataku masih belum kering, dan tetiba kamu dengan kenekatanmu menawarkan tempat merebahkan hati yang lelah.

Wajahmu yang menggoda, ucapmu yang memabukkan, tubuhmu yang menggairahkan dan tawaran mimpi yang sudah lama kubuang jauh. Bahagia, mendapatimu mencintaiku sedemikan indahnya. Seolah semesta menghadiahiku bertubi kenikmatan, perjalananku denganmu seperti cerita happy after buku dongeng. Kamu jadikan aku pusat semestamu, jalanmu menuju bahagia. Katamu, kamu sangat bahagia sampai kamu rela untuk melakukan apa saja demi kebahagian kita.

Mungkin aku memang sudah terluka parah, mungkin aku memang kehilangan energiku untuk marah, mungkin aku sudah tak mampu lagi mencintaimu dengan sempurna. Tapi ingatkah kamu, aku pulang dengan kemenangan dari badai. Kamu mengenalku ketika aku sudah terlatih memperjuangkan cinta. Instingku jauh lebih tajam, intuisi ku semakin kental.

Aku mengenali mu kemudian perlahan sebagai pembohong.  Satu.. Dua… Tiga… dan kemudian aku berpura-pura berhenti menghitung kebohonganmu. Hatiku tau aku tak lebih dari sebuah kesempatan untukmu. Kepalaku menutupi semua itu, menghibur hati bahwa itu semua hanya karena ketidak mapanan dia dalam menjalin hubungan. Dia akan belajar, dia akan memperbaiki.

Hati ini bergeming, sulit menerima lagi luapan cinta yang palsu. Tapi terlanjur menjadi pejuang cinta itu sulit, terbiasa untuk bertahan sudah mengalir deras di setiap darahku. Mempertahankanmu yang pelan-pelan membuatku muak dengan satu persatu kebohongan.  Kesalahanku kemudian adalah menjadi tidak mau tahu lagi, menjadi apatis dan angkuh pada keberadaanmu. Bahkan ketika berkali cintamu tergoda, aku diam tetap berusaha mempertahankan cinta yang kurasa cinta. Telingaku tersumbat oleh cerita banyak orang tentang tujuanmu mendapatkanku. Aku mensugesti pikiran dan hati untuk mempercayaimu, namun sia-sia.

Aku pernah sangat kehilangan, dan aku tak ingin kehilangan lagi. Cintaku belum berubah, kamu yang berubah.  Cintaku sdh teruji, cintamu blm pernah diuji. Nanti, ketika kamu sudah merasakan kehilangan. Km akan mengerti knp aku nengharapkanmu binasa. Aku tak lagi mengharapkanmu bahagia.

Caramu membohongiku mudah tertebak, perilakumu yang mudah kupahami. Menjadikan cinta yang dulu menjadi semestaku  adalah keinginan melihatmu mati tercabik sekeji-kejinya. Dan aku terlalu hebat untukmu yang hatinya mudah berpaling dalam hitungan detik. Ketika cinta hanya seumur kedipan mata, cintamu mudah dibeli.

Aku terlalu bodoh menuruti kata-katamu untuk tak lagi menceritakan keburukan satu sama lain, sementara kamu menikmati caramu menjatuhkanku dengan menikamku dari belakang.  Katamu, kita kembali seperti dulu berteman baik, tapi kamu memperlakukanku seperti orang asing. Sejauh itu jalan yang sudah kita laluli, aku berakhir menjadi orang asing di matamu.

Dulu memang cinta, dulu memang menyenangkan, tapi itu sudah selesai. Dan aku bersyukur itu semua sudah selesai. Meskipun kamu tak serta merta membuangku jauh, tetap menginginkanku ada disekitarmu. Supaya kamu punya cara lain untuk menjaga luka ini tetap menganga.

Kamu yang kucinta tapi hanya bisa meninggalkan luka, sesungguhnya semesta sudah menyelamatkan hidupku dari pecundang cinta. Relakan. Aku relakan kamu, untuk bersama pecundang lain yang lebih layak untukmu. Aku terlalu bagus untuk menjadi kesempatanmu bahagia.

Sekarang, kamu tidak lebih dari seseorang yang pernah kukenal. Somebody that i used to know. Bukan sebuah kenangan yang akan ku rindukan.

Tentang Pembohong

Depok, 8 November 2011

Diluar hujan, celotehan anak-anak operator bordir masih sehangat pagi tadi. Masih riuh menggoda salah satunya yang agak kebanci-bancian.  Bukan banci sebenarnya, tapi dia yang selalu menjadi bahan ledekan teman-temannya. Dia yang biasanya selalu aku mintain tolong beli gorengan di depan Sd negeri sana. Anaknya jujur,  itu yang aku puji dari sosoknya. Meskipun pendidikannya cuma tamatan SD, tapi dia lebih jujur dari beberapa orang yang mengaku kuliah hingga S2.

Lalu siapa yang belum pernah berbohong? aku pernah, sering.  Jangan tertawa, atau kamu merasa dibohongi.  Aku bohong kalo aku ga pernah bohong.  Yang sekarang ada adalah saya berusaha lebih jujur aja. :)

Kemarin, aku sempet menemukan seorang pembohong kelas teri. Bahkan bukan cuma dia, tipe seperti dia beberapa aku temui. Pembohong satu ini tipikal pembohong yang berbohong untuk  menutupi ketidakmampuannya. Misal, dia pamer harta melimpah, kesuksesannya, hasil kerja kerasnya, relasi-relasi hebatnya. Dia mencari pencitraan dimana saja, berusaha meyakinkan semua orang yg ditemui bahwa dia sukses, dia memiliki segalanya.  Tapi dia lebih bodoh dari seekor keledai. Ga ngerti untuk apa dia membuat pencitraan sedemikian rupa di depan aku. Mengambil simpatiku? atau ada modus…?

“bre,  tar tolong bikinin aku web ya, tar aku kasih data2nya, bikin profil company perusahan2ku..”

Stupid, bego, atau tolol orang ini. Dia mencitrakan bahwa dia punya perusahaan multinasional, dengan proyek-proyek besar. Tapi ga punya Web sendiri, ga mampu bayar Web Develop sendiri. Malah nyuruh aku, nyari gratisan? secara aku aja ga jago.  Atau dia ingin membuat penguatan pencitraan untuk orang banyak bahwa dia punya perusahaan besar yang ternyata ga lebih hanya sebuah ruko 2 lantai. (itupun sewa per 2thn).

Aku malah kasian dengan hidupnya, tipu sana-sini, ngomong sana-sini. Isinya ga lebih dari tong kosong. Wujud dari omongan dia sama sekali ga terbukti. Parah, mati hati manusia seperti ini. Jadi mending jauhin dan blacklist manusia semacam ini. Setuju??

Hari ini,

Aku tau dia bukan pembohong. Dia hanya sedikit berbohong. Dan apapun alasannya, itu “white Lie”.  Kebohongannya hanya untuk kebaikan. Aku masih percaya dia melakukan itu bukan karena dia pengen bikin pencitraan atau emang suka ngebohong.  Semua karena dia punya alasan. Dan aku punya batasan sampai sejauh mana aku berhak tau. Karena yang dia katakan ga lagi menyangkut kehidupan dia sendiri.

Meskipun sebenarnya aku masih lebih percaya kata-kata dia “kapan sih bre gw bisa bohong sama lo?” at least kenapa dia menutupi semuanya itu aku paham.  Aku pasti akan tanya macam-macam soal itu. dan.. ya sudahlah.

Jadi bingung mana yang bener,  dia real atau fake. Bagiku, yang terpenting dia baik-baik saja dan dia bisa bahagia. Dan semoga, nanti aku bisa bertemu kalian berdua dengan 2 wujud manusia berbeda, di pernikahannya.  April 2012.

Hujan berhenti waktunya pulang… Semoga November yang sejuk ini berhenti meranggas. :)